Senin, 28 Maret 2011

Pentingnya Seheelai Jilbab pada seorang Perempuan & Tuntutan mengenakan Jilbab"



Lihat!!!!!!betapa cantiknya mereka memakai sehelai kain Jilbab yang menutup aurat dari para kaum adam agar selalu terjaga dari mereka yang di bisikikan suara syaitan.Perintah memakai Jilbab dan Pakaian tertutup memank sudah dianjurkan oleh nabi saw. dan tuntutan dari Allah agar selalu menutup seluruh aurat terkecuali telapak tangan dan wajah.
PAKAIAN                                                  (3/4)
 
Hal-hal  tersebut  dapat muncul dari cara berpakaian, berhias,
berjalan, berucap, dan sebagainya.
 
Berhias tidak dilarang dalam ajaran Islam,  karena  ia  adalah
naluri  manusiawi. Yang dilarang adalah tabarruj al-jahiliyah,
satu istilah yang digunakan Al-Quran (QS  Al-Ahzab  [33]:  33)
mencakup  segala  macam cara yang dapat menimbulkan rangsangan
berahi kepada  selain  suami  istri.  Termasuk  dalam  cakupan
maksud  kata  tabarruj menggunakan wangi-wangian (yang menusuk
hidung). Rasul Saw. bersabda:
 
     Wanita yang memakai parfum (yang merangsang) dan lewat
     di satu majelis (kelompok pria), maka sesungguhnya dia
     "begini" (yakni berzina) (HR At-Tirmidzi).
 
Al-Quran mempersilakan perempuan berjalan di  hadapan  lelaki,
tetapi  diingatkannya  agar  cara  berjalannya  jangan  sampai
mengundang perhatian. Dalam bahasa Al-Quran disebutkan:
 
     ...dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar
     diketahui perhiasan yang mereka "sembunyikan" (QS
     Al-Nur [24]: 31).
 
Al-Quran  tidak  melarang  seseorang  berbicara  atau  bertemu
dengan  lawan  jenisnya,  tetapi  jangan  sampai sikap dan isi
pembicaraan  mengundang  rangsangan  dan  godaan,...  demikian
maksud firman Allah dalam sural Al-Ahzab (33): 32:
 
     ...maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga
     berkeinginan orang yang ada penyakit dalam jiwanya...
     (QS Al-Ahzab [33]: 32).
 
Demikian, sebagian tuntunan Al-Quran tentang perhiasan.
 
PERLINDUNGAN (TAKWA)
 
Di  atas  telah  dikemukakan  bahwa  salah satu fungsi pakaian
adalah "perlindungan". Bahwa pakaian  tebal  dapat  melindungi
seseorang  dari  sengatan  dingin, dan pakaian yang tipis dari
sengatan panas,  bukanlah  hal  yang  perlu  dibuktikan.  Yang
demikian ini adalah perlindungan secara fisik.
 
Di   sisi  lain,  pakaian  memberi  pengaruh  psikologis  bagi
pemakainya. Itu sebabnya sekian banyak negara mengubah pakaian
militernya,  setelah mengalami kekalahan militer. Bahkan Kemal
Ataturk di Turki, melarang pemakaian  tarbusy  (sejenis  tutup
kepala bagi pria), dan memerintahkan untuk menggantinya dengan
topi ala Barat, karena tarbusy dianggapnya mempengaruhi  sikap
bangsanya serta merupakan lambang keterbelakangan.
 
Dalam  kehidupan  sehari-hari  kita  dapat  merasakan pengaruh
psikologis dari pakaian jika kita ke pesta. Apabila mengenakan
pakaian   buruk,   atau  tidak  sesuai  dengan  situasi,  maka
pemakainya  akan  merasa   rikuh,   atau   bahkan   kehilangan
kepercayaan diri, sebaliknya pun demikian.
 
Kaum  sufi,  sengaja  memakai  shuf (kain wol) yang kasar agar
dapat menghasilkan pengaruh positif dalam jiwa mereka.
 
Memang, harus diakui bahwa pakaian tidak  menciptakan  santri,
tetapi   dia  dapat  mendorong  pemakainya  untuk  berperilaku
seperti santri atau sebaliknya menjadi setan, tergantung  dari
cara  dan  model  pakaiannya.  Pakaian  terhormat,  mengundang
seseorang  untuk  berperilaku  serta  mendatangi  tempattempat
terhormat,  sekaligus  mencegahnya ke tempat-tempat yang tidak
senonoh.  Ini  salah  satu  yang  dimaksud   Al-Quran   dengan
memerintahkan wanita-wanita memakai jilbab.
 
     Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenal
     (sebagai Muslimah/wanita terhormat) sehingga mereka
     tidak diganggu.
 
Fungsi  perlindungan  bagi  pakaian  dapat juga diangkat untuk
pakaian ruhani, libas at-tagwa. Setiap  orang  dituntut  untuk
merajut sendiri pakaian ini. Benang atau serat-seratnya adalah
tobat, sabar, syukur, qana'ah, ridha, dan sebagainya.
 
     Iman itu telanjang, pakaiannya adalah takwa.
 
Demikian sabda Nabi Muhammad Saw.
 
Al-Quran  mengingatkan  kepada  mereka  yang  telah   berhasil
merajut pakaian takwa:
 
     Janganlah kamu menjadi seperti seorang perempuan (gila
     dalam cerita lama) mengurai kembali tenunannya sehelai
     benang demi sehelai, setelah ditenunnya dengan kuat (QS
     Al-Nahl [l6]: 92).
 
PENUNJUK IDENTITAS
 
Yang  demikian  itu  lebih mudah bagi mereka untuk dikenal (QS
Al-Ahzab [33]: 59)
 
Demikian terjemahan ayat yang menggambarkan fungsi pakaian.
 
Identitas/kepribadian  sesuatu   adalah   yang   menggambarkan
eksistensinya   sekaligus   membedakannya   dari   yang  lain.
Eksistensi  atau  keberadaan  seseorang  ada   yang   bersifat
material  dan  ada  juga yang imaterial (ruhani). Hal-hal yang
bersifat material antara lain  tergambar  dalam  pakaian  yang
dikenakannya.
 
Anda  dapat  mengetahui sekaligus membedakan murid SD dan SMP,
atau  Angkatan  Laut  dan  Angkatan  Darat,  atau  Kopral  dan
Jenderal  dengan  melihat  apa  yang  dipakainya.  Tidak dapat
disangkal lagi bahwa pakaian antara lain berfungsi menunjukkan
identitas  serta  membedakan  seseorang  dari  lainnya. Bahkan
tidak jarang ia membedakan status sosial seseorang.
 
Rasul Saw. amat  menekankan  pentingnya  penampilan  identitas
Muslim, antara lain melalui pakaian. Karena itu:
 
     Rasulullah Saw. melarang lelaki yang memakai pakaian
     perempuan dan perempuan yang memakai pakaian lelaki (HR
     Abu Daud).
 
Kepribadian  umat  juga  harus  ada. Ketika Rasul membicarakan
bagaimana cara yang paling tepat untuk menyampaikan/mengundang
kaum Muslim melaksanakan shalat, maka ada di antara sahabatnya
yang mengusulkan menancapkan tanda, sehingga  yang  melihatnya
segera  datang. Beliau tidak setuju. Ada lagi yang mengusulkan
untuk menggunakan terompet, dan  komentar  beliau:  "Itu  cara
Yahudi."  Ada  juga yang mengusulkan membunyikan lonceng. "Itu
cara Nasrani," sabda beliau. Akhirnya  yang  disetujui  beliau
adalah  adzan  yang  kita kenal sekarang, setelah Abdullah bin
Zaid Al-Anshari  dan  juga  Umar  ra.  Bermimpi  tentang  cara
tersebut.  Demikian  diriwayatkan  oleh Abu Daud. Yang penting
untuk digarisbawahi adalah bahwa Rasul  menekankan  pentingnya
menampilkan  kepribadian  tersendiri, yang berbeda dengan yang
lain. Dari sini dapat dimengerti mengapa Rasul Saw. bersabda:
 
     Siapa yang meniru satu kaum, maka ia termasuk kelompok
     kaum itu.
 
Kepribadian  imaterial   (ruhani)   bahkan   ditekankan   oleh
Al-Quran, antara lain melalui surat Al-Hadid (57): 16:
 
     Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman,
     untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada
     kebenaran yang telah turun, dan janganlah mereka
     seperti orang-orang sebelumnya yang telah diberikan
     Al-Kitab (orang Yabudi dan Nasrani). Berlalulah masa
     yang panjang bagi mereka sehingga hati mereka menjadi
     keras. Kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang
     fasik.
 
Seorang   Muslim  diharapkan  mengenakan  pakaian  ruhani  dan
jasmani yang menggambarkan identitasnya.
 
Disadari sepenuhnya bahwa Islam tidak datang  menentukan  mode
pakaian tertentu, sehingga setiap masyarakat dan periode, bisa
saja menentukan  mode  yang  sesuai  dengan  seleranya.  Namun
demikian  agaknya  tidak berlebihan jika diharapkan agar dalam
berpakaian tercermin pula identitas itu.
 
Tidak diragukan lagi bahwa jilbab bagi wanita adalah  gambaran
identitas seorang Muslimah, sebagaimana yang disebut Al-Quran.
Tetapi apa hukumnya? Baiklah  kita  membahasnya  dalam  bagian
berikut ini.
 
SEPUTAR AYAT AL-NUR DAN AL-AHZAB
 
Wanita-wanita  Muslim,  pada  awal  Islam  di Madinah, memakai
pakaian  yang  sama  dalam  garis   besar   bentuknya   dengan
pakaian-pakaian  yang dipakai oleh wanita-wanita pada umumnya.
Ini termasuk wanita-wanita  tuna  susila  atau  hamba  sahaya.
Mereka  secara  umum  memakai  baju dan kerudung bahkan jilbab
tetapi leher dan dada  mereka  mudah  terlihat.  Tidak  jarang
mereka   memakai   kerudung  tetapi  ujungnya  dikebelakangkan
sehingga telinga, leher  dan  sebagian  dada  mereka  terbuka.
Keadaan  semacam  itu digunakan oleh orang-orang munafik untuk
menggoda  dan   mengganggu   wanita-wanita   termasuk   wanita
Mukminah.  Dan  ketika  mereka  ditegur menyangkut gangguannya
terhadap Mukminah, mereka berkata:  "Kami  kira  mereka  hamba
sahaya."  Ini  tentu  disebabkan  karena  ketika itu identitas
mereka sebagai wanita Muslimah tidak  terlihat  dengan  jelas.
Nah,  dalam  situasi  yang  demikian  turunlah  petunjuk Allah
kepada Nabi yang menyatakan:
 
     Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak
     perempuan dan istri-istri orang Mukmin agar mengulurkan
     atas diri mereka jilbab-jilbab mereka. Yang demikian
     itu menjadikan mereka. Lebih mudah untuk dikenal
     (sebagai wanita Muslimah/wanita merdeka/orang
     baik-baik) sehingga mereka tidak diganggu. Allah Maha
     Pengampun lagi Maha Penyayang (QS A1-Ahzab [33]: 59).
 
Jilbab adalah  baju  kurung  yang  longgar  dilengkapi  dengan
kerudung penutup kepala.
 
Ayat  ini  secara  jelas  menuntun/menuntut kaum Muslimah agar
memakai pakaian  yang  membedakan  mereka  dengan  yang  bukan
Muslimah  yang memakai pakaian tidak terhormat lagi mengundang
gangguan tangan atau lidah yang usil. Ayat  ini  memerintahkan
agar  jilbab  yang  mereka  pakai hendaknya diulurkan ke badan
mereka.
 
Seperti tergambar di atas, wanita-wanita Muslimah sejak semula
telah   memakai   jilbab,   tetapi   cara  pemakaiannya  belum
menghalangi  gangguan  serta   belum   menampakkan   identitas
Muslimah.
 
Nah, di sinilah Al-Quran memberi tuntunan itu.
 
Penjelasan  serupa tentang pakaian ditemukan pada surat Al-Nur
(24): 31,
 
     Katakanlah, kepada wanita yang beriman, hendaklah
     mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya
     dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali
     yang tampak darinya. Hendaklah mereka
     mengulurkan/menutupkan kain kudung kedadanya dan
     janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada
     suami mereka, atau ayah mereka, atau mertua mereka,
     atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka,
     atau saudara lelaki mereka, atau putra-putra saudara
     lelaki mereka, atau putra-putra saudara perempuan
     mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang
     mereka miliki, atau pelayan-pelayan lelaki yang tidak
     mempunyai keinginan terhadap wanita, atau anak-anak
     yang belum mengerti tentang aurat wanita. Janganlah
     mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang
     mereka sembunyikan dan bertobatlah kamu sekalian kepada
     Allah, hai orang yang beriman, supaya kamu beruntung.
 
Surat Al-Nur (24): 31 di atas, kalimat-kalimatnya cukup jelas.
Tetapi  yang  paling  banyak  menyita  perhatian  ulama tafsir
adalah larangan menampakkan zinah (hiasan)  yang  dikecualikan
oleh  ayat  di atas dengan menggunakan redaksi illa ma zhahara
minha [kecuali (tetapi) apa yang tampak darinya].
 
Mereka sepakat menyatakan bahwa zinah  berarti  hiasan  (bukan
zina  yang  artinya  hubungan  seks yang tidak sah); sedangkan
hiasan adalah segala sesuatu yang digunakan untuk  memperelok,
baik   pakaian  penutup  badan,  emas  dan  semacamnya  maupun
bahan-bahan make up.
 
Tetapi apa yang dimaksud dengan pengecualian itu? Inilah  yang
mereka  bahas  secara  panjang lebar sekaligus merupakan salah
satu kunci pemahaman ayat tersebut.
 
Ada yang berpendapat bahwa kata illa adalah istisna' muttashil
(satu  istilah  --  dalam  ilmu bahasa Arab yang berarti "yang
dikecualikan merupakan  bagian/jenis  dari  apa  yang  disebut
sebelumnya"),  dan  dalam penggalan ayat ini adalah zinah atau
hiasan.
 
Ini  berarti  ayat  tersebut  berpesan:  "Hendaknya  janganlah
wanita-wanita   menampakkan   hiasan  (anggota  tubuh)  mereka
kecuali apa yang tampak."
 
Redaksi ini, jelas tidak lurus, karena apa yang  tampak  tentu
sudah  kelihatan.  Jadi, apalagi gunanya dilarang? Karena itu,
lahir paling tidak tiga pendapat lain guna lurusnya  pemahamam
redaksi tersebut.
 
Pertama,  memahami  illa  dalam arti tetapi atau dalam istilah
ilmu  bahasa  Arab  istisna'   munqathi'   dalam   arti   yang
dikecualikan  bukan  bagian/jenis yang disebut sebelumnya. Ini
bermakna: "Janganlah mereka  menampakkan  hiasan  mereka  sama
sekali;  tetapi apa yang tampak (secara terpaksa/bukan sengaja
seperti ditiup angin dan lain-lain), maka itu dapat dimaafkan.
 
Kedua, menyisipkan kalimat dalam penggalan ayat  itu.  Kalimat
dimaksud  menjadikan penggalan ayat itu mengandung pesan lebih
kurang: "Janganlah mereka (wanita-wanita)  menampakkan  hiasan
(badan  mereka).  Mereka  berdosa  jika  demikian. Tetapi jika
tampak tanpa disengaja, maka mereka tidak berdosa."
 
Penggalan ayat --jika dipahami dengan kedua pendapat di atas--
tidak  menentukan  batas  bagi  hiasan yang boleh ditampakkan,
sehingga berarti seluruh  anggota  badan  tidak  boleh  tampak
kecuali dalam keadaan terpaksa.
 
Tentu  saja  pemahaman  ini, mereka kuatkan pula dengan sekian
banyak hadis, seperti sabda  Nabi  Saw.  kepada  Ali  bin  Abi
Thalib yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan At-Tirmidzi melalui
Buraidah:
 
Wahai Ali, jangan ikutkan pandangan pertama  dengan  pandangan
kedua.  Yang  pertama  Anda  ditolerir,  dan  yang  kedua anda
berdosa.
Jilbab adalah baju kurung yang longgar dilengkapi dengan
kerudung penutup kepala.

Ayat ini secara jelas menuntun/menuntut kaum Muslimah agar
memakai pakaian yang membedakan mereka dengan yang bukan
Muslimah yang memakai pakaian tidak terhormat lagi mengundang
gangguan tangan atau lidah yang usil. Ayat ini memerintahkan
agar jilbab yang mereka pakai hendaknya diulurkan ke badan
mereka.

Seperti tergambar di atas, wanita-wanita Muslimah sejak semula
telah memakai jilbab, tetapi cara pemakaiannya belum
menghalangi gangguan serta belum menampakkan identitas
Muslimah.

Nah, di sinilah Al-Quran memberi tuntunan itu.

Penjelasan serupa tentang pakaian ditemukan pada surat Al-Nur
(24): 31,

Katakanlah, kepada wanita yang beriman, hendaklah
mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya
dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali
yang tampak darinya. Hendaklah mereka
mengulurkan/menutupkan kain kudung kedadanya dan
janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada
suami mereka, atau ayah mereka, atau mertua mereka,
atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka,
atau saudara lelaki mereka, atau putra-putra saudara
lelaki mereka, atau putra-putra saudara perempuan
mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang
mereka miliki, atau pelayan-pelayan lelaki yang tidak
mempunyai keinginan terhadap wanita, atau anak-anak
yang belum mengerti tentang aurat wanita. Janganlah
mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang
mereka sembunyikan dan bertobatlah kamu sekalian kepada
Allah, hai orang yang beriman, supaya kamu beruntung.

Surat Al-Nur (24): 31 di atas, kalimat-kalimatnya cukup jelas.
Tetapi yang paling banyak menyita perhatian ulama tafsir
adalah larangan menampakkan zinah (hiasan) yang dikecualikan
oleh ayat di atas dengan menggunakan redaksi illa ma zhahara
minha [kecuali (tetapi) apa yang tampak darinya].

Mereka sepakat menyatakan bahwa zinah berarti hiasan (bukan
zina yang artinya hubungan seks yang tidak sah); sedangkan
hiasan adalah segala sesuatu yang digunakan untuk memperelok,
baik pakaian penutup badan, emas dan semacamnya maupun
bahan-bahan make up.

Tetapi apa yang dimaksud dengan pengecualian itu? Inilah yang
mereka bahas secara panjang lebar sekaligus merupakan salah
satu kunci pemahaman ayat tersebut.

Ada yang berpendapat bahwa kata illa adalah istisna' muttashil
(satu istilah -- dalam ilmu bahasa Arab yang berarti "yang
dikecualikan merupakan bagian/jenis dari apa yang disebut
sebelumnya"), dan dalam penggalan ayat ini adalah zinah atau
hiasan.

Ini berarti ayat tersebut berpesan: "Hendaknya janganlah
wanita-wanita menampakkan hiasan (anggota tubuh) mereka
kecuali apa yang tampak."

Bahaya Merokok (IPA)

Zaman sekarang siapa sich yang tidak kenal namanya rokok.....?????bahkan anak kecilpun pasti sudah mengerti apa itu rokok dan apa itu "MEROKOK"?????dan sekarang pula sebagian besar masyarakat dan penduduk di Indonesia mayoritas dia adalah penikmat rokok.Mulai dari para orangtua,mahasiswa,pelajar,dan anak kecil yang sangat jauh di bawah umur.Andaikan mereka tahu apa bahaya sebatang rokok bagi tubuh dan kehidupan di masa kelak nanti?????

Bahaya Rokok bagi Tubuh 


  1. KEJELEKAN ROKOK
    • 1. MEROKOK ADALAH PENYEBAB PENYAKIT YANG UTAMA DISEMUA NEGARA DIMANA PENDUDUKNYA MEROKOK.
    • 2. YANG DIRUGIKAN BUKAN SAJA ORANG YANG MEROKOK ITU SENDIRI, TETAPI JUGA ANAK, ISTERI DAN ORANG LAIN YANG MENGHIRUP ASAP ROKOK TSB. (SECOND-HAND SMOKERS), KARENA SUDAH DITAMBAH DENGAN CO2, SISA PEMBAKARAN O2 (OXYGEN).
  2. STATISTIK MENGAMARKAN
    • Tahun 1964 di AS ditemukan dan diumumkan oleh Menteri Kesehatan, bahwa merokok mengakibatkan kanker.
    • Sejak itu jumlah perokok drastis menurun. Pada tahun berikutnya 6 dari 10 perokok langsung berhenti merokok, dan tahun 1990 tinggal 1 dari sisa 4 yang bertahan dan tetap jadi perokok.
    • DARI PENDUDUK A.S. YANG 250 JUTA, HANYA 1 DARI 6 PENDUDUK YANG MASIH MEROKOK.
    • A.S. ADALAH NEGARA URUTAN KE 78 DARI 87 NEGARA YANG PENDUDUK-NYA MEROKOK. (SAYA TIDAK TAHU INDONESIA DALAM URUTAN KEBERAPA)
  3. KEMATIAN DI A.S. PERTAHUN
    • AKIBAT DARI:
      • ROKOK: (1 DARI 5 KEMATIAN) 468.000
      • ALKOHOL: 107.000
      • VIRUS 90.000
      • KERACUNAN 60.000
      • PENYAKIT KELAMIN 40.000
      • AKIBAT SENJATA 35.000
      • KENDERAAN BERMOTOR 25.000
      • NARKOBA 20.000
  4. DATA AKIBAT ROKOK DI AS
    • KEMATIAN AKIBAT ROKOK 20 X KEMATIAN AKIBAT NARKOBA
    • MEROKOK MEMENDEKKAN UMUR 21 TAHUN, ARTINYA:
    • (SEORANG YANG TIDAK MEROKOK YG DIHARAPKAN HIDUP 83 THN, ORANG YG SAMA AKAN HIDUP 62 TAHUN BILA MEROKOK)
    • 1 DARI 4 PEROKOK MATI PREMATURE (DINI=MUDA)
    • DI EROPAH YANG PERSENTASE PEROKOK CUKUP TINGGI:
    • EROPA TIMUR:
    • 50% MATI SETENGAH UMUR
    • 50% KEMATIAN ADALAH AKIBAT ROKOK
    • MEMPUNYAI ANGKA PERBANDINGAN KEMATIAN
    • TERTINGGI
    • EROPA BARAT:
    • 33.3% MATI SETENGAH UMUR
    • ½ JUTA KEMATIAN AKIBAT ROKOK SETIAP TAHUN
  5. STATISTIK W.H.O .
    • SECARA DUNIA WHO MEMPERKIRAKAN KEMATIAN SETAHUN AKIBAT ROKOK 3 JUTA
    • APABILA TREND INI TIDAK BEROBAH PADA TAHUN 2020 ATAU AWAL 2030, AKAN MENINGKAT MENJADI 10 JUTA
    • ITU BERARTI SAMPAI TAHUN ITU 500 JUTA AKAN MENINGGAL KARENA ROKOK (10% DARI PENDUDUK DUNIA, ATAU 2 X PENDUDUK A.S.)
  6. JENIS KANKER AKIBAT ROKOK
    • 17 JENIS KANKER:
      • BIBIR, MULUT, KERONGKONGAN, JALAN PERNAPASAN, ESOPHAGUS, PERUT, LIVER, PANCREAS, BLADDER, GINJAL, KANDUNGAN, DARAH (LEUKEMIA), USUS, KULIT, PAYUDARA, DAN ZAKAR.
      • 150.000 PEROKOK DI AS MATI SETIAP TAHUN AKIBAT ROKOK, 1 DARI 3 KEMATIAN AKIBAT KANKER ADALAH KARENA ROKOK.
    • DIBANDING DENGAN ORANG YANG TIDAK MEROKOK, KEMATIAN PEROKOK AKIBAT KANKER PARUPARU:
    • 1 - 9 BATANG SEHARI 4,6
    • 10 – 19 BATANG SEHARI 8,6
    • 20 – 39 BATANG SEHARI 14,7
    • 40 + BATANG SEHARI 18,7
    • SEORANG BERUMUR 45 – 54 DAN MEROKOK LEBIH DARI SATU PAK SEHARI MENINGKAT RESIKO MENDAPAT SERANGAN JANTUNG 4 X LIPAT. BAGI UMUR YANG LEBIH TUA, RESIKO LEBIH BESAR LAGI
  7. ROKOK DAN PENYAKIT PARU-PARU
    • TEMBAKAU MELUMPUHKAN KEMAMPU AN MEMBERSIHKAN DARI PARU-PARU
    • RAMBUT HARUS CILIA YANG DISELAPUTI LENDIR UNTUK MENANGKAP DEBU/KOTORAN AKAN LUMPUH KARENA ZAT-ZAT: FORMALDEHIDE, HYDROGEN CYNIDE, DETROGEN DIOXIDE, AMONIA YG TERDAPAT DALAM ASAP ROKOK.
  8. PENYAKIT JANTUNG DAN PENYAKIT PEMBULUH DARAH
    • PENYEMPITAN DAN PENYUMBATAN PEMBULUH DARAH ADALAH AKIBAT LANGSUNG DARI ZAT-ZAT YANG DIHASILKAN OLEH ASAP ROKOK
    • PEMBULUH DARAH YANG MENYEMPIT SANGAT MENGURANGI ALIRAN OXYGEN KEJANTUNG DAN OTAK. DITAMBAH DENGAN PENYUMBATAN KARENA ENDAPAN KOLESTEROL AKIBATNYA AKAN SANGAT FATAL.
    • KEDUA PENYAKIT INI BILA DIGABUNG, MENYEBAB KAN KEMATIAN KIRA-KIRA 1.5 JUTA SETAHUN, MELEBIHI JUMLAH KEMATIAN AKIBAT SEMUA PENYAKIT-PENYAKT YANG LAIN.
  9. BAHAYA LAIN AKIBAT ROKOK
    • 1. MENURUNKAN KADAR HDL (KOLESTEROL BAIK)
    • 2. DAPAT MENYEBABKAN KEGUGURAN BAGI IBU HAMIL YANG MEROKOK
    • 3. GANGGUAN PADA PEMBENTUKAN DAN PERKEMBANGAN BAYI YANG SEDANG DIKANDUNG
    • 4. MEROKOK MENURUNKAN KWALITAS HIDUP SESEORANG, KARENA:
      • TULANG MENJADI TIDAK KUAT DAN RAPUH
      • MEMUDAHKAN MENDAPAT PENYAKIT TULANG BELAKANG.
      • MEMBUAT HORMON MENJADI ABNORMAL
      • MEMBUAT KEHILANGAN TENAGA DAN GAMPANG CAPEK
      • MEMPERCEPAT PENGERUTAN KULIT
      • MEMBUAT SUKAR TIDUR
      • MEMICU KETUAAN DAN KEHILANGAN KEGESITAN
      • MELEMAHKAN ORGAN-ORGAN LAIN DALAM FUNGSINYA.
  10. 10 CARA BERHENTI MEROKOK
    • 1. TETAP BERTEKAT DAN MEMUTUSKAN UNTUK BERHENTI MEROKOK SEKARANG JUGA.
    • 2. MEMBUANG JAUH-JAUH SEMUA ROKOK DAN YANG ADA KAITANNYA DENGAN ROKOK DAN BAUNYA
    • 3. BERNAPAS PANJANG-PANJANG
    • 4. GERAK BADAN (EXERCISE) SETIAP HARI
    • 5. MENGAMBIL WAKTU TIDUR LEBIH BANYAK
    • 6. BANYAK MINUM
    • 7. BANYAK MANDI
    • 8. JAUHI: KOPI, ALKOHOL, MAKANAN BERAT DAN BERBUMBU BANYAK.
    • 9. JAUHI SEMUA YANG MENGINGATKAN KEPADA ROKOK, SEPERTI: KORSI DIMANA BIASA ANDA DUDUK MEROKOK
    • RUANGAN DIMANA BIASA ANDA MEROKOK
    • JAUHKAN DIRI DARI ORANG YANG MEROKOK
    • 10. PERCAYA BAHWA ORANG LAIN AKAN SETUJU KALAU ANDA BERHENTI MEROKOK
  11. GEJALA-GEJALA YANG DIALAMI OLEH ORANG YANG BERHENTI MEROKOK
    • KEINGINAN KERAS UNTUK MEROKOK KEMBALI
    • SAKIT KEPALA
    • RASA CEMAS DAN GUSAR
    • MUDAH TERSINGGUNG DAN MARAH
    • SUKAR KONSENTRASI
    • SUKAR TIDUR

    Efek Bahaya Asap Rokok Bagi Kesehatan Tubuh Manusia - Akibat Sebatang Rokok Racun, Ketagihan, Candu, Buang Uang Dan Dosa

    Rokok adalah benda beracun yang memberi efek santai dan sugesti merasa lebih jantan. Di balik kegunaan atau manfaat rokok yang secuil itu terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun orang di sekitar perokok yang bukan perokok.
    1. Asap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang 200 diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi tubuh. Beberapa zat yang sangat berbahaya yaitu tar, nikotin, karbon monoksida, dsb.
    2. Asap rokok yang baru mati di asbak mengandung tiga kali lipat bahan pemicu kanker di udara dan 50 kali mengandung bahan pengeiritasi mata dan pernapasan. Semakin pendek rokok semakin tinggi kadar racun yang siap melayang ke udara. Suatu tempat yang dipenuhi polusi asap rokok adalah tempat yang lebih berbahaya daripada polusi di jalanan raya yang macet.
    3. Seseorang yang mencoba merokok biasanya akan ketagihan karena rokok bersifat candu yang sulit dilepaskan dalam kondisi apapun. Seorang perokok berat akan memilih merokok daripada makan jika uang yang dimilikinya terbatas.
    4. Harga rokok yang mahal akan sangat memberatkan orang yang tergolong miskin, sehingga dana kesejahteraan dan kesehatan keluarganya sering dialihkan untuk membeli rokok. Rokok dengan merk terkenal biasanya dimiliki oleh perusahaan rokok asing yang berasal dari luar negeri, sehingga uang yang dibelanjakan perokok sebagaian akan lari ke luar negeri yang mengurangi devisa negara. Pabrik rokok yang mempekerjakan banyak buruh tidak akan mampu meningkatkan taraf hidup pegawainya, sehingga apabila pabrik rokok ditutup para buruh dapat dipekerjakan di tempat usaha lain yang lebih kreatif dan mendatangkan devisa.
    5. Sebagian perokok biasanya akan mengajak orang lain yang belum merokok untuk merokok agar merasakan penderitaan yang sama dengannya, yaitu terjebak dalam ketagihan asap rokok yang jahat. Sebagian perokok juga ada yang secara sengaja merokok di tempat umum agar asap rokok yang dihembuskan dapat terhirup orang lain, sehingga orang lain akan terkena penyakit kanker.
    6. Kegiatan yang merusak tubuh adalah perbuatan dosa, sehingga rokok dapat dikategorikan sebagai benda atau barang haram yang harus dihindari dan dijauhi sejauh mungkin. Ulama atau ahli agama yang merokok mungkin akan memiliki persepsi yang berbeda dalam hal ini.
    RACUN DALAM ASAP ROKOK
    MEROKOK MEMBAWA PENYAKIT
    Tembakau merupakan faktor risiko untuk sekurang-kurangnya 25 jenis penyakit
    1. Kanser pundi kencing
    2. Kanser perut
    3. Kanser usus dan rahim
    4. Kanser mulut
    5. Kanser Esofagus
    6. Kanser tekak
    7. Kanser pankrias
    8. Kanser payudara
    9. Kanser paru-paru
    10. Penyakit saluran pernafasan kronik
    11. Strok
    12. Kereputan tulang (osteoporosis)
    13. Penyakit jantung
    14. Kemandulan
    15. Putus haid awal
    16. Melahirkan bayi yang cacat
    17. Keguguran bayi
    18. Mati pucuk
    19. Bronkitis
    20. Batuk
    21. Penyakit ulser peptik
    22. Emfisima
    23. Otot lemah
    24. Penyakit gusi
    25. Kerosakan mata
    MEROKOK SECARA PASIF
    Walaupun anda tidak merokok, anda masih boleh menyedut asap rokok daripada perokok. Ini dipanggil merokok secara pasif ('passive smoking').
    Berbanding dengan asap aliran ('mainstream smoke'), asap aliran sisi yang keluar dari puntung rokok ('mainstream smoke') mengandungi :
    • 2 kali lebih banyak nikotin
    • 5 kali lebih banyak karbon monoksida
    • 50 kali lebih banyak kimia yang menyebabkan barah
    • 3 kali lebih banyak tar
    KESAN-KESAN MEROKOK SECARA PASIF
    • Meningkatkan risiko kanser paru-paru dan penyakit jantung
    • Masalah pernafasan termasuk radang paru-paru dan bronkitis
    • Sakit atau pedih mata
    • Bersin dan batuk-batuk
    • Sakit kerongkong
    • Sakit kepala
    PEROKOK PASIF DAN RISIKO PENYAKIT
    Dibandingkan dengan yang tidak terdedah dengan asap rokok pasif, perokok pasif mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk mengidap pelbagai jenis penyakit
    • Penyakit jantung    -    30%
    • Kanser                  -    25%   
    KESAN ASAP ROKOK PASIF KEPADA IBU HAMIL DAN JANIN YANG DIKANDUNG
    • Keguguran janin
    • Tumbesaran janin terencat - 30% lebih tinggi
    • Kematian janin dalam kandungan
    • Pendarahan dari uri (abruption placenta)
    • Kurang berat badan - 20 hingga 30%
    KESAN ASAP ROKOK PASIF KEPADA BAYI
    • Masalah dan penyakit pernafasan
    • Perkembangan kecerdasan otot terjejas
    • Jangkitan telinga
    • Leukeamia
    • Kanser otak 22%
    • Lelah - meningkat simptom lelah
    • Sindrom kematian secara mengejut
    RACUN DALAM ASAP ROKOK
    MEROKOK MEMBAWA PENYAKIT
    Tembakau merupakan faktor risiko untuk sekurang-kurangnya 25 jenis penyakit
    1. Kanser pundi kencing
    2. Kanser perut
    3. Kanser usus dan rahim
    4. Kanser mulut
    5. Kanser Esofagus
    6. Kanser tekak
    7. Kanser pankrias
    8. Kanser payudara
    9. Kanser paru-paru
    10. Penyakit saluran pernafasan kronik
    11. Strok
    12. Kereputan tulang (osteoporosis)
    13. Penyakit jantung
    14. Kemandulan
    15. Putus haid awal
    16. Melahirkan bayi yang cacat
    17. Keguguran bayi
    18. Mati pucuk
    19. Bronkitis
    20. Batuk
    21. Penyakit ulser peptik
    22. Emfisima
    23. Otot lemah
    24. Penyakit gusi
    25. Kerosakan mata
    MEROKOK SECARA PASIF
    Walaupun anda tidak merokok, anda masih boleh menyedut asap rokok daripada perokok. Ini dipanggil merokok secara pasif ('passive smoking').
    Berbanding dengan asap aliran ('mainstream smoke'), asap aliran sisi yang keluar dari puntung rokok ('mainstream smoke') mengandungi :
    • 2 kali lebih banyak nikotin
    • 5 kali lebih banyak karbon monoksida
    • 50 kali lebih banyak kimia yang menyebabkan barah
    • 3 kali lebih banyak tar
    KESAN-KESAN MEROKOK SECARA PASIF
    • Meningkatkan risiko kanser paru-paru dan penyakit jantung
    • Masalah pernafasan termasuk radang paru-paru dan bronkitis
    • Sakit atau pedih mata
    • Bersin dan batuk-batuk
    • Sakit kerongkong
    • Sakit kepala
    PEROKOK PASIF DAN RISIKO PENYAKIT
    Dibandingkan dengan yang tidak terdedah dengan asap rokok pasif, perokok pasif mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk mengidap pelbagai jenis penyakit
    • Penyakit jantung    -    30%
    • Kanser                  -    25%   
    KESAN ASAP ROKOK PASIF KEPADA IBU HAMIL DAN JANIN YANG DIKANDUNG
    • Keguguran janin
    • Tumbesaran janin terencat - 30% lebih tinggi
    • Kematian janin dalam kandungan
    • Pendarahan dari uri (abruption placenta)
    • Kurang berat badan - 20 hingga 30%
    KESAN ASAP ROKOK PASIF KEPADA BAYI
    • Masalah dan penyakit pernafasan
    • Perkembangan kecerdasan otot terjejas
    • Jangkitan telinga
    • Leukeamia
    • Kanser otak 22%
    • Lelah - meningkat simptom lelah
    • Sindrom kematian secara mengejut
    KANSER PARU-PARU
    MENGENAI KANSER
    Anak-anak yang lahir tahun 1985, diperkirakan sepertiganya akan pernah menderita kanser, dan kira-kira seperempatnya akan meninggal karena kanser. Kita semua memiliki keluarga atau teman yang mengidap kanser. Jadual berikut memaparkan jumlah pengidap kanser di US tahun 1993.

    Jumlah
    Penderita
    Jumlah
    Kematian
    Persen Kematian
    dari Seluruh Kanser
    Paru-Paru
    170 000
    149 000
    28%
    Usus Besar
    152 000
    57 000
    11%
    Payudara
    183 000
    46 300
    9%
    Leukemia
    93 000
    50 000
    9%
    Prostat
    165 000
    35 000
    7%
    Kanser pembunuh terbesar, iaitu kanser paru-paru, membunuh hampir 90% penderitanya, atau hampir 30% dari seluruh kematian akibat kanser. Namun sesungguhnya kanser paru-parulah yang paling mudah dicegah. Penyelidikan dalam beberapa dekad menunjukkan bahawa satu-satunya penyebab utama kanser paru-paru adalah asap rokok.
    KARSINOGEN
    Zat-zat karsinogen (pemicu kanser) yang terkandung pada rokok adalah:
    • vinyl chloride
    • benzo (a) pyrenes
    • nitroso-nor-nicotine
    Satu-satunya zat yang lebih berbahaya daripada asap rokok dalam memicu kanser paru-paru adalah zat-zat radioaktif. Itu pun jika dimakan atau dihidap dalam kadar yang cukup.
    KESAN KANSER PARU-PARU
    Kematian umumnya bukan terjadi karena kesulitan bernafas yang diakibatkan oleh membesarnya kanser, tetapi karena posisi paru-paru dalam sistem peredaran darah menjadikan kanser mudah menyebar ke seluruh tubuh. Penyebaran metastase ke arah otak dan bahagian kritis lainnya lah yang mengakibatkan kematian itu. 90% penderita meninggal dalam 3 tahun setelah diagnosis.
    Jadi dapat disimpulkan bahwa merokok merupakan kegiatan bodoh yang dilakukan manusia yang mengorbankan uang, kesehatan, kehidupan sosial, pahala, persepsi positif, dan lain sebagainya. Maka bersyukurlah anda jika belum merokok, karena anda adalah orang yang smart / pandai.
    Ketika seseorang menawarkan rokok maka tolak dengan baik. Merasa kasihanlah pada mereka yang merokok. Jangan dengarkan mereka yang menganggap anda lebih rendah dari mereka jika tidak ikutan ngerokok. karena dalam hati dan pikiran mereka yang waras mereka ingin berhenti merokok.

Minggu, 27 Maret 2011

Mau tahu bagaimana Asal-usul Manusia

Asal-usul Manusia
 
Sesungguhnya manusia diciptakan oleh Allah SWT adalah paling sempurna dibandingkan dengan machluk yang lainya, termasuk diantaranya Malaikat, Jin, Iblis, Binatang, dllnya. Tetapi kita sendiri sebagai manusia tidak tahu atau tidak kenal akan diri kita sendiri sebagai manusia. Untuk itu marilah kita pelajari diri kita ini sebagai manusia, Siapa diri kita ini? Dari mana asalnya? Mau kemana nantinya? Dan yang paling penting adalah bagaimana kita menempuh kehidupan didunia ini supaya selamat didunia dan achkirat nanti?
Sebenarnya manusia itu terdiri atas 3 unsur yaitu:
  1. Jasmani.
    Terdiri dari Air, Kapur, Angin, Api dan Tanah.
  2. Ruh.
    Terbuat dari cahaya (NUR). Fungsinya hanya untuk menghidupkan jasmani saja.
  3. Jiwa. (An Nafsun/rasa dan perasaan).
    Terdiri atas 3 unsur:
    • Syahwat/Lawwamah (darah hitam), dipengaruhi sifat Jin, sifatnya adalah: Rakus, pemalas, Serakah, dll (kebendaan/materialis)-menjadi beban masyarakat.
    • Ghodob/Ammarah ( Darah merah ), dipengaruhi oleh sifat Iblis, Sifatnya adalah: Sombong, Merusak, Angkara murka dll (Menentang)-Menjadi pengacau masyarakat.
    • Natiqoh/Muthmainah (darah Putih), Dipengarui sifat malaikat, Sifatnya adalah: Bijaksana, Tenang, Berbudi luhur, Berachlak Tinggi dan Mulia- Menciptakan kedamaian dan kasih sayang.
Alat dari pada Jiwa yaitu otak, yang terdiri atas 3 bagian juga:
  1. Akal (timbangan) haq atau bathil
  2. Pikir (hitungan) Untung rugi
  3. Zikir (ingatan) Ingat Allah
Jadi kalau diibaratkan mobil maka jasmani ini adalah Body daripada mobil sedangkan Ruh sebagai Accu yang sifatnya hanyalah sebagai yang menghidupkan saja dan Jiwa adalah sopir atau yang mengendalikan dari pada mobilnya dimana dialah yang bertanggung jawab atas keselamatan dari pada mobil itu sendiri. Jadi Disini jelaslah bahwa yang dikatakan manusia itu adalah Jiwanya dimana dialah yang bertanggung jawab atas perbuatanya. 
Machluk machluk yang diciptakan Allah ( dimana ada yang menjadi musuh atau lawan manusia yaitu Iblis dan Jin kafir.) 
Ada 6 machluk yaitu:
  1. Malaikat, Dari Nur (cahaya) menerangi/mengawasi manusia.
  2. Iblis, Dari Nar (Api), sifatnya merusak, merupakan musuh manusia.
  3. Jin, Dari asap yang beracun, sifatnya memabukan, merupakan penggoda dan juga membantu manusia.
  4. Tumbuhan, Hanya mempunyai  naluri, berfaedah, untuk kebutuhan manusia.
  5. Hewan, Syahwat dan ghodob, berfaedah untuk kepentingan manusia.
  6. Manusia, Sebagai pengatur alam, pengurus dunia(khalifah rachmatan lil alamin).
Corak corak Manusia:
  • Mu'min
  • Kafir
  • Munafi
Perjalanan Kehidupan Manusia:
  1. Alam Arwah/Ruh, Masih didalam alam suci/taqdir ketentuan
  2. Alam Rahim, Didalam Kandungan Ibu/Qadarditentukan
  3. Alam Dunia/Alam Qodho, Penyelesaian/Untuk sementara
  4. Alam Kubur/Alam Barzah, Dalam tahanan alam Kubur/prefentif
  5. Alam Mizan, Timbangan Alam dibangkitkanya kembali Manusia
  6. Yaumil Ma'lum ( Hari Pengumuman/Keputusan), Sorga bagi yang beramal baik; Neraka bagi yang beramal buruk

 

Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda menurut biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin untuk manusia), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.
Penggolongan manusia yang paling utama adalah berdasarkan jenis kelaminnya. Secara alamiah, jenis kelamin seorang anak yang baru lahir entah laki-laki atau perempuan. Anak muda laki-laki dikenal sebagai putra dan laki-laki dewasa sebagai pria. Anak muda perempuan dikenal sebagai putri dan perempuan dewasa sebagai wanita.
Penggolongan lainnya adalah berdasarkan usia, mulai dari janin, bayi, balita, anak-anak, remaja, akil balik, pemuda/i, dewasa, dan (orang) tua.
Selain itu masih banyak penggolongan-penggolongan yang lainnya, berdasarkan ciri-ciri fisik (warna kulit, rambut, mata; bentuk hidung; tinggi badan), afiliasi sosio-politik-agama (penganut agama/kepercayaan XYZ, warga negara XYZ, anggota partai XYZ), hubungan kekerabatan (keluarga: keluarga dekat, keluarga jauh, keluarga tiri, keluarga angkat, keluarga asuh; teman; musuh) dan lain sebagainya.
Tokoh adalah istilah untuk orang yang tenar (misalnya 'tokoh politik', 'tokoh yang tampil dalam film', 'tokoh yang menerima penghargaan', dll).